Pembatasan BBM Masih Dikaji

    Pemerintah masih mengkaji pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, agar tepat waktu dan tepat sasaran. “Masih di Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian),” ujar Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan di Gedung A.A Maramis Kemenkeu, Jakarta pada Senin (18/04).

    Askolani mengatakan, beberapa opsi usulan pembatasan BBM tersebut juga masih belum diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Belum, ini masih dipending di Menko dulu pastinya,” ungkapnya. Saat ini pemerintah masih melihat data-data dan mempertimbangkan waktu yang tepat untuk melaksanakan kebijakan tersebut. “Ya, kita masih lihat nantinya, lihat datanya, mungkin sekarang harus hati-hati,” urainya.

    Seperti diketahui, harga minyak saat ini masih terbilang tinggi. Perkembangan terakhir harga minyak dunia per 11 April 2011 menempatkan WTI (NYMEX) di US$109,92 per barel, Brent (ICE London) di US$123,48 per barel dan OPEC Basket Price di US$120,3 per barel. Untuk itu, Pemerintah tengah mempertimbangkan dampak yang terjadi saat kebijakan pembatasan BBM dilaksanakan. “Masalahnya kan dampaknya, nanti kan harganya bisa langsung tinggi, kan artinya harus hati-hati, makanya kita perlu pantau terus,” ungkapnya. (sgd)

    Sumber : www.depkeu.go.id
    www.jawarakampung.blogspot.comSource URL: https://policfashion2011.blogspot.com/2011/04/pembatasan-bbm-masih-dikaji.html
    Visit Police Fashion for daily updated images of art collection