Pertemuan G20 menyikapi terjadinya ketidakseimbangan global (global imbalance). Ketidaksembangan global yang dimaksud telah terjadi dalam hubungan perekonomian keuangan dan perdagangan antarnegara. Hal tersebut dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Mulia P. Nasution di gedung Kementerian Keuangan, Rabu (27/4/2011).
“Global imbalance telah tercermin dalam neraca pembayaran atau balance of payment, kebijakan fiskal tiap-tiap negara, termasuk stok utang,” kata Mulia. Oleh karenanya, salah satu butir kesepakatan pertemuan G20 menyepakati dilakukannya tahap pertama dari kerangka tersebut, yaitu proses identifikasi dengan menggunakan acuan norma struktural dan statistik terhadap beberapa indikator makro negara G20, yang meliputi public debt, fiscal deficit, private saving, private debt, trade balance, net investment income flow dan transfer.
Pendekatan secara struktural dan pendekatan historis juga dilakukan. “Membandingkan secara historis tiap-tiap negara. Bagaimana perkembangan defisit anggarannya, perkembangan private saving-nya, neraca pembayarannya. Secara historis, sesama negara berkembang atau sesama negara maju,” katanya. Perbandingan historis tersebut, lanjut Mulia, dilakukan antara negara-negara yang setara tingkat pembangunannya.
Mulia mengatakan, terkait simulasi assessment yang dilakukan IMF terhadap Indonesia menunjukan bahwa kondisi pengelolaan ekonomi makro indonesia cukup sehat. “Kita ketahui dari statistik selama beberapa tahun belakangan ini menyangkut utang pemerintah dan defisit anggaran, kita telah lebih baik,” katanya
Sumber : Kemenkeu
post ulang : www.jawarakampung.blogspot.com>Source URL: https://policfashion2011.blogspot.com/2011/04/negara-g20-sikapi-global-imbalance.html
Visit Police Fashion for daily updated images of art collection
“Global imbalance telah tercermin dalam neraca pembayaran atau balance of payment, kebijakan fiskal tiap-tiap negara, termasuk stok utang,” kata Mulia. Oleh karenanya, salah satu butir kesepakatan pertemuan G20 menyepakati dilakukannya tahap pertama dari kerangka tersebut, yaitu proses identifikasi dengan menggunakan acuan norma struktural dan statistik terhadap beberapa indikator makro negara G20, yang meliputi public debt, fiscal deficit, private saving, private debt, trade balance, net investment income flow dan transfer.
Pendekatan secara struktural dan pendekatan historis juga dilakukan. “Membandingkan secara historis tiap-tiap negara. Bagaimana perkembangan defisit anggarannya, perkembangan private saving-nya, neraca pembayarannya. Secara historis, sesama negara berkembang atau sesama negara maju,” katanya. Perbandingan historis tersebut, lanjut Mulia, dilakukan antara negara-negara yang setara tingkat pembangunannya.
Mulia mengatakan, terkait simulasi assessment yang dilakukan IMF terhadap Indonesia menunjukan bahwa kondisi pengelolaan ekonomi makro indonesia cukup sehat. “Kita ketahui dari statistik selama beberapa tahun belakangan ini menyangkut utang pemerintah dan defisit anggaran, kita telah lebih baik,” katanya
Sumber : Kemenkeu
post ulang : www.jawarakampung.blogspot.com>Source URL: https://policfashion2011.blogspot.com/2011/04/negara-g20-sikapi-global-imbalance.html
Visit Police Fashion for daily updated images of art collection
